Peran Komunitas dalam Konservasi Satwa Liar: Studi pada Kegiatan Penangkaran Burung Maleo (Macrocephalon maleo) di Cagar Alam Panua, Gorontalo, Indonesia

Authors

  • Abdul Samad Hiola Gorontalo University
  • Daud Sandalayuk Universitas Gorontalo
  • Alexander Ruruh Universitas Gorontalo
  • Dian Puspaningrum Universitas Gorontalo
  • Ernikawati Ernikawati Universitas Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.32662/insancita.v7i2.3987

Abstract

Keterlibatan masyarakat dalam konservasi satwa liar merupakan aspek fundamental dalam pengelolaan keanekaragaman hayati yang berkelanjutan, khususnya untuk spesies endemik dan terancam punah seperti burung Maleo (Macrocephalon maleo) di Sulawesi, Indonesia. Penelitian ini mengkaji peran komunitas lokal dalam upaya konservasi di Cagar Alam Panua, Gorontalo, dengan fokus utama pada pendalaman pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi aktif masyarakat dalam pelestarian M.maleo.

Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, penelitian menerapkan metode wawancara mendalam dan observasi untuk mengeksplorasi perspektif masyarakat terhadap konservasi. Hasil penelitian mengungkapkan tingkat kesadaran masyarakat lokal yang signifikan terkait karakteristik unik M.maleo, status endemisnya, dan kebutuhan konservasi kritis. Seluruh responden menunjukkan pemahaman komprehensif tentang signifikansi ekologis spesies dan keterlibatan aktif dalam berbagai aktivitas konservasi, termasuk pemantauan habitat, program pelepasliaran, dan edukasi lingkungan.

Temuan kunci menegaskan pentingnya strategi konservasi berbasis masyarakat yang mengintegrasikan pengetahuan lokal dengan pendekatan ilmiah. Penelitian mengidentifikasi tantangan substantif seperti keterbatasan sumber daya finansial dan pengetahuan teknis, sekaligus mengungkap peluang signifikan untuk pengembangan kapasitas dan transfer pengetahuan antargenerasi. Pendekatan kolaboratif multipihak teridentifikasi sebagai faktor kritis dalam keberhasilan upaya konservasi.

Studi ini menekankan bahwa konservasi efektif melampaui sekadar perlindungan spesies, melainkan merepresentasikan hubungan dinamis antara komunitas manusia dan lingkungan alamnya. Dengan mendorong keterlibatan masyarakat secara aktif, konservasi dapat ditransformasi menjadi gerakan sosial yang bermakna, berkelanjutan, dan menjamin kelangsungan spesies endemik unik burung  M.maleo.

Author Biography

Abdul Samad Hiola, Gorontalo University

Prodi Kehutanan, Fakultas kehutanan, Universitas Gorontalo

References

Andriwibowo, A. (2023). Modeling Suitable Habitats of Maleo (Macrocephalon maleo Sal. Müller 1846) in Gorontalo. Jurnal Penelitian Kehutanan Wallacea, 12(2), 71–77. https://doi.org/10.24259/jpkwallacea.v12i2.31355

Berkes, F. (2010). Devolution of Environment and Resources Governance: Trends and Future. Environmental Conservation, 37(4), 489–500. https://doi.org/10.1017/s037689291000072x

Froese, G., & Mustari, A. H. (2019). Assessments of Maleo Macrocephalon maleo Nesting Grounds in South-East Sulawesi Reveal Severely Threatened Populations. Bird Conservation International, 29(4), 497–502. https://doi.org/10.1017/s0959270918000333

Ghosh, S. (2023). Spatial Synchrony at the Extremes: Tail-Dependence in Temperature Drives Tail-Dependence in Birds’ Spatial Synchrony Across North America. https://doi.org/10.22541/au.170014328.86737085/v1

Jetony, J. @. G., Suleiman, M., Husin, R., Aziz, N. A. A., Nordin, N. M., Salleh, N., & Saikim, F. H. (2022). Enhancing Community Commitment in Conservation Through Participatory Approach. Journal of Tropical Biology & Conservation (Jtbc), 19, 13–27. https://doi.org/10.51200/jtbc.v19i.3935

Karim, F. R., Masy’ud, B., & Hernowo, J. B. (2022). Nesting Site Nesting Site Characteristics and Egg Hatching Success of Maleo (Macrocephalon maleo) in Hungayono Sanctuary, Gorontalo. Jurnal Pengelolaan Sumberdaya Alam Dan Lingkungan (Journal of Natural Resources and Environmental Management), 12(4), 570–578. https://doi.org/10.29244/jpsl.12.4.570-578

Karim, F. R., Masy’ud, B., & Hernowo, J. B. (2023). Welfare Assessment of Maleo Chicks in Hungayono Sanctuary, Bogani Nani Wartabone National Park, Gorontalo. Tropical Animal Science Journal, 46(1), 20–26. https://doi.org/10.5398/tasj.2023.46.1.20

Koricha, H. G. (2024). Investigated the Role of Community Based Approaches for Biodiversity Conservation and Socio-Economic Development in Bale Mountains National Park, Southeast Ethiopia. Scientific Reports, 14(1). https://doi.org/10.1038/s41598-024-60177-5

Samad, A., SOLIHIN, D. D., SUMANTRI, C., & PURWANTARA, B. (2022). DNA Barcoding of Macrocephalon maleo Originating From Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 23(9). https://doi.org/10.13057/biodiv/d230904

Saputra, A. W., & Yuda, P. (2020). Low Genetic Diversity and No Genetic Differentiation Between Maleo Hatched at Coastal and Inland Nesting Grounds in North Sulawesi, Indonesia. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 21(10). https://doi.org/10.13057/biodiv/d211042

Stoll-Kleemann, S., Vega-Leinert, A. C. de la, & Schultz, L. (2010). The Role of Community Participation in the Effectiveness of UNESCO Biosphere Reserve Management: Evidence and Reflections From Two Parallel Global Surveys. Environmental Conservation, 37(3), 227–238. https://doi.org/10.1017/s037689291000038x

Tasirin, J. S., Iskandar, D. T., Laya, A., Kresno, P. A., Suling, N., Oga, V. T., Djano, R., Bawotong, A., Nur, A. M., Isfanddri, M., Abbas, W., Rihu, N. A., Poli, E., Lanusi, A. A., & Summers, M. (2021). Maleo Macrocephalon maleo Population Recovery at Two Sulawesi Nesting Grounds After Community Engagement to Prevent Egg Poaching. Global Ecology and Conservation, 28, e01699. https://doi.org/10.1016/j.gecco.2021.e01699

Yalcin, S., & Leroux, S. J. (2018). An Empirical Test of the Relative and Combined Effects of Land?cover and Climate Change on Local Colonization and Extinction. Global Change Biology, 24(8), 3849–3861. https://doi.org/10.1111/gcb.14169

Downloads

Published

2025-08-31