PEMBUATAN BAK SAMPAH UNTUK PEDULI LINGKUNGAN DI DESA TALAGA KECAMATAN BINTAUNA KABUPATEN BOLAANG MONGONDOW UTARA

Authors

  • Mohammad Rolli Paramata Universitas Gorontalo
  • Ayub Usman Universitas Gorontalo
  • Muh. Nifsu Saban Kunuti Universitas Gorontalo
  • Abd. Rajab Otto Universitas Gorontalo
  • Donny Dwi Rachman Universitas Gorontalo
  • Moh. Aldi Pratama Universitas Gorontalo
  • Moh. Zulkifli Universitas Gorontalo
  • Nandar P. P. Ladja Universitas Gorontalo
  • Ayulandari Mahmud Universitas Gorontalo
  • Maimun B. Hinta Universitas Gorontalo
  • Yulianti Mohamad Universitas Gorontalo
  • Viona P. Husain Universitas Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.32662/insancita.v5i2.2403

Abstract

Permasalahan sampah di negara Indonesia masih banyak mengalami masalah, ini dapat dilihat dengan terjadinya penumpukan gunung sampah di Tempat pembuangan akhir (TPA). Penanganan sampah dari lingkungan masyarakat yang sudah memisahkan antara sampah organik dan non organik, ini juga belum menyelesaikan masalah sampah di negeri kita (apriyani et al., 2020). Berdasarkan penelitian yang dilakukan pada 2017 oleh Budhi martana yang membahas Sampah pasar tradisional seperti sayur mayur, buah, atau ikan, dan jenisnya relatif seragam. Berdasarkan penelitian ini sampah pasar yang dihasilkan Sekitar 95% sampah organik sehingga lebih mudah ditangani, dan sekitar 75% merupakan sampah organik dan sisanya anorganik dari limbah rumah tangga. Sampah Organik yang berasal dari rumah tangga yaitu seperti sisa makanan, sayuran, daun-daun kering, dan sebagainya (suwarno, 2020).Dalam menjalankan program pembuatan bak sampah di Desa Talaga, metode yang kami gunakan yaitu Metode Partisipatif Kolaboratif. Partisipatif Kolaboratif yaitu pendekatan untuk pemberdayaan masyarakat agar dapat berpartisipasi dalam pelaksanaan program yang dijalankan oleh Mahasiswa. Partisipasi yang dimaksud baik dari segi finansial maupun partisipasi dari segi tenaga maupun pikiran. Dalam rangka pengendalian kebersihan desa, kami berinisiatif untuk membangun bak sampah di Desa Talaga dengan berdasarkan hasil observasi lapangan bahwa masalah utama di Desa Talaga yaitu tidak adanya tempat pembuangan sampah yang menyebabkan jumlah sampah yang dihasilkan menjadi tidak terkendali dan berserakan di mana – mana. Adapun bak sampah yang kami dirikan ini berukuran 2 X 1 dengan menggunakan batako dan campuran semen. Proses pengerjaan bak sampah memakan waktu selama 5 hari. Bak sampah ini bersifat permanen. Sampah yang di tampung nantinya akan melalui proses pembakaran apabila bak sampah mulai penuh. Dilaksanakannya kegiatan pembangunan bak sampah ini dapat membantu masyarakat di desa talaga agar membuang sampah pada tempatnya. Mereka tidak perlu lagi membuang sampah di kebun dan tidak perlu lagi untuk membakar sampah di depan rumah masing-masing.

Author Biographies

Mohammad Rolli Paramata, Universitas Gorontalo

Fakultas Ekonomi Universitas Gorontalo

Ayub Usman, Universitas Gorontalo

Fakultas Ekonomi Universitas Gorontalo

Muh. Nifsu Saban Kunuti, Universitas Gorontalo

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Univresitas Gorontalo

Abd. Rajab Otto, Universitas Gorontalo

Program Studi Teknik Sipil Fakultas TeknikUniversitas Gorontalo

Donny Dwi Rachman, Universitas Gorontalo

Fakultas Kehutanan Universitas Gorontalo

Moh. Aldi Pratama, Universitas Gorontalo

Program Studi Teknik Sipil Fakultas TeknikUniversitas Gorontalo

Moh. Zulkifli, Universitas Gorontalo

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Univresitas Gorontalo

Nandar P. P. Ladja, Universitas Gorontalo

Fakultas Kesehatan Masyarakat Univresitas Gorontalo

Ayulandari Mahmud, Universitas Gorontalo

Fakultas Kesehatan Masyarakat Univresitas Gorontalo

Maimun B. Hinta, Universitas Gorontalo

Fakultas Pertanian Univresitas Gorontalo

Yulianti Mohamad, Universitas Gorontalo

Fakultas Ekonomi Universitas Gorontalo

Viona P. Husain, Universitas Gorontalo

Fakultas Ekonomi Universitas Gorontalo

References

Aditya, T. 2009. Perencanaan dan penyelesaian masalah infrastruktur perkotaan melalui integrasi sig kolaboratif dan sig partisipasi publik. Geomatika, 15(1).

Apriyani, Apriyani, Mahadewi Mustika Putri, and Samuel Yudha Wibowo. 2020. "Pemanfaatan sampah plastik menjadi ecobrick." Masyarakat Berdaya Dan Inovasi 1(1): 48-50.

Mulasari dan Surahma Asti. 2014. Keberadaan TPS legal dan TPS ilegal di kecamatan godean kabupaten sleman. KEMAS: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9.2: 122-130.

Sulistyawati, Tri Wahyuni Sukesi, and Surahma Asti Mulasari. 2019. "Spatiotemporal mapping of dengue cases in Sleman district, Indonesia year 2014-2017." International Journal of Community Medicine and Public Health 6 (3): 971.

Suryono, A. F., Arianti, N. N., & Reflis, R. 2021. Pelatihan Perawatan Mesin Jahit dalam Rangka Re-Eksistensi Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Sepakat dalam Pengolahan Sampah di Kelurahan Pasar Ujung Kabupaten Kepahiang. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 94-101.

Suwarno, Adi, and Muhamad Eka Nasrudin. 2019. "Sistem Pendeteksi Kapasitas Tempat Sampah Penuh Secara Otomatis di Bak Sampah Berbasis Arduino." Jurnal Gerbang STMIK Bani Saleh 9.1.

Wasanadiputra, M. I., & Sabardila, A. 2020. Mewujudkan Program Bank Sampah sebagai Cara Meningkatkan Kreativitas dan Ekonomi Warga Kavling Kridosono Blora. Jurma: Jurnal Program Mahasiswa Kreatif, 4(1), 13-23.

Downloads

Published

2023-09-03