PELATIHAN PEMBUATAN KERUPUK UMBI TALAS PADA MASYARAKAT DESA BUHUDAA, KECAMATAN BATUDAA PANTAI, KABUPATEN GORONTALO

Authors

  • Ernikawati Ernikawati Universitas Gorontalo
  • Franning Deisi Badu Universitas Gorontalo
  • Dian Puspaningrum Universitas Gorontalo
  • Siti Khofifah Abubakar Universitas Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.32662/insancita.v8i1.3213

Abstract

The taro cracker-making training is one of the community empowerment efforts in Buhudaa Village, Batudaa Pantai District, Gorontalo Regency, aimed at improving skills and business opportunities based on local potential. Taro (Colocasia esculenta) is a fairly abundant food crop in the region, but its utilization is still limited to household consumption. Therefore, this training activity is designed to provide the community with knowledge and practical skills on how to process taro into a value-added product, namely taro crackers. The methods used include outreach, demonstrations, and hands-on practice so that participants can thoroughly understand the cracker-making process, from raw material selection and dough processing to drying techniques and hygienic packaging. The training results indicated that participants gained a better understanding of local food product diversification and fostered motivation to develop taro-based small businesses. Furthermore, this activity contributed to improving family incomes, strengthening food security, and preserving local wisdom through the utilization of available natural resources. Thus, this training not only impacted individual skills but also encouraged the growth of new entrepreneurs at the village level.

 

Keywords: training, taro crackers, community empowerment, food diversification, Gorontalo

References

Badan Pengawas Obat dan Makanan. (2021). Pedoman cara produksi pangan olahan yang baik. Jakarta: BPOM.

Estiasih, T., Putri, W. D. R., & Waziiroh, E. (2017). Umbi-umbian dan Pengolahannya. Universitas brawijaya press.

Fitriana, R., & Hidayat, M. (2022). Teknologi pengolahan pangan berbasis umbi lokal sebagai upaya diversifikasi pangan. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 15(2), 87–95.

Hidayat, A., & Suryani, L. (2019). Pemberdayaan masyarakat melalui diversifikasi pangan lokal. Jurnal Pemberdayaan Desa, 4(1), 25–34.

Hidayat, T., Handayani, R., & Susanti, F. (2020). Potensi gizi dan pemanfaatan umbi talas (Colocasia esculenta) sebagai pangan lokal. Jurnal Pangan Lokal, 5(2), 45–53.

Husnarti, S. P. (2017). Analisis Pendapatan Usaha Kerupuk Talas di Kecamatan Akabiluru. Menara Ilmu: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, 11(75).

Mardiana, T. (2020). Strategi pengembangan usaha kecil berbasis sumber daya lokal. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 11(2), 145–156.

Nuraeni, L., & Yuliani, D. (2020). Diversifikasi produk olahan pangan berbasis umbi lokal sebagai upaya peningkatan nilai tambah ekonomi. Jurnal Pangan Lokal, 12(2), 55–64.

Nuraini, A. (2022). Pengembangan produk olahan pangan lokal sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat desa. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(1), 112–120.

Prasetyo, H. (2020). Pemasaran digital bagi UMKM di era industri 4.0. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 8(1), 55–66.

Rahmawati, N., & Anshori, M. (2019). Teknologi pengolahan keripik dan kerupuk berbahan dasar umbi-umbian. Jurnal Teknologi Pertanian, 14(3), 87–94.

Rukmana, R. (2018). Talas: Budidaya dan manfaatnya. Yogyakarta: Kanisius.

Sari, D. (2021). Inovasi kemasan produk pangan lokal untuk meningkatkan daya saing. Jurnal Agroindustri, 9(1), 33–41.

Sulistyowati, R. (2021). Reduksi oksalat pada umbi talas melalui pengolahan tradisional. Jurnal Gizi dan Pangan, 16(1), 22–29.

Sumardjo. (2019). Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan berkelanjutan. Jakarta: Rajawali Pers.

Suryana, A. (2019). Pembangunan pertanian dan peran UMKM pangan dalam mendukung ketahanan pangan. Jurnal Ketahanan Pangan Indonesia, 4(1), 12–25.

Widyaningsih, D., & Febriyanti, A. (2018). Proses pengeringan alami pada produk pangan tradisional. Jurnal Ilmu dan Teknologi Pangan, 9(2), 134–142.

Downloads

Published

2026-02-28