PEMBERDAYAAN POTENSI MASYARAKAT DESA DALAM PENINGKATAN EKONOMI MELALUI OLAHAN DARI BIJI TERATAI DI DESA TERATAI, GORONTALO

Authors

  • Ramdhan Kasim Universitas Gorontalo
  • Dikson Junus Universitas Gorontalo
  • Widyawati M. Laiya Universitas Gorontalo
  • Ivana Putri Dunggio Universitas Gorontalo
  • Nursiha Uto Universitas Gorontalo
  • Nurain Halida Universitas Gorontalo
  • Nadia Sri. A Potabuga Universitas Gorontalo
  • Meylan Deluma Universitas Gorontalo
  • Novi Kogoya Universitas Gorontalo
  • Randi Rizki D. Mohi Universitas Gorontalo
  • Moh. Akbar Ghufron H. Yusuf Universitas Gorontalo
  • Andika Putra A. Arsad Universitas Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.32662/insancita.v6i2.3221

Abstract

ABSTRAKPotensi sumber daya alam di Desa Teratai, memiliki satu ikon tanaman yang hidup di perairan rawah yaitu Teratai. Tanaman Biji Teratai sering dimanfaatkan oleh masyarakat desa untuk dikonsumsi layaknya makanan ringan (snack). Berdasarkan potensi sumber daya alam yang ada di Desa Teratai, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan tanaman biji teratai dengan cara mengelolah tanaman biji teratai menjadi produk makanan ringan yang lebih modern yaitu Biter Chocolate sebagai salah satu peningkatan keterampilan dan peningkatan ekonomi masyarakat desa di sekitar perairan rawah. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Sasaran utama Pemberdayaan ini adalah masyarakat desa dan pengusaha mitra. Salah satu upaya diversifikasi produk pengolahan Biter Chocolate yang berbahan dasar biji teratai maka dilakukan kegiatan pemberdayaan produk olahan biji teratai, kegiatan demonstrasi pengolahan dan pemberdayaan Biter Chocolate. Demonstrasi pembuatan Biter Chocolate diberikan dengan secara partisipasif kepada seluruh peserta kegiatan. Selama kegiatan Pemberdayaan kepada peserta diberikan penyuluhan tentang keunggulan dan manfaat dari biji teratai. Hasil dari kegiatan ini adalah munculnya produk makanan ringan (snack) Biter Chocolate yang berbahan biji teratai sebagai usaha peningkatan ekonomi baru berbasis biji teratai, proses pendampingan usaha ini di mulai produksi,pengemasan, dan pemasaran tetap dilakukan. Kata kunci: Pemberdayaan, Potensi, Peningkatan Ekonomi

Author Biographies

Ramdhan Kasim, Universitas Gorontalo

Fakultas Hukum, Universitas Gorontalo

Dikson Junus, Universitas Gorontalo

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gorontalo

Widyawati M. Laiya, Universitas Gorontalo

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo

Ivana Putri Dunggio, Universitas Gorontalo

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo

Nursiha Uto, Universitas Gorontalo

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gorontalo

Nurain Halida, Universitas Gorontalo

Fakultas Kehutanan Universitas Gorontalo

Nadia Sri. A Potabuga, Universitas Gorontalo

Fakultas Ekonomi Universitas Gorontalo

Meylan Deluma, Universitas Gorontalo

Fakultas Ekonomi Universitas Gorontalo

Novi Kogoya, Universitas Gorontalo

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Gorontalo

Randi Rizki D. Mohi, Universitas Gorontalo

Fakultas Hukum Univesitas Gorontalo

Moh. Akbar Ghufron H. Yusuf, Universitas Gorontalo

Fakultas TeknikUniversitas Gorontalo

Andika Putra A. Arsad, Universitas Gorontalo

Fakultas TeknikUniversitas Gorontalo

References

Ahmad shukri Mohd-Nain dan Rosman Md Yusuf, 2003, Pemberdayaan Masyarakat Petani, PT Fokus Harapan Jakarta.

Effendy ,2003, Usaha Pengembangan produksi pangan, PT Sinar Mas Jakarta. Effendy ,2003, Usaha Pengembangan produksi pangan, PT Sinar Mas Jakarta.

Fitrial, Y., Astawan, M., Soekarto, S. S., Wiryawan, K. G., Wresdiyati, T., Khairina, R., Pengajar, S., Ilmu, D., Ipb, F., Anatomi, D., Ipb, F. K. H., & Mic, P. (2008). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Teratai (Nymphaea pubescens Willd ) Terhadap Bakteri patogen Penyebab Diare. Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, XIX(2), 158–164.

Gusti, R., & Rita, K. (2015). Productivity of Hairi Water lily (Nhymphaea pubescens Will.) Seeds in South Kalimantan’s Backswamps Based on Linear Model. Tropical Wetland Journal, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.20527/twj.v1i1.10

Kartasasmita Ginanjar,1995, Pemberdayaan Masyarakat,Penerbit Alumni Bandung.

Khairina, Rita. (2020). Sejarah dan Pengolahan Teratai, Disampaikan pada Acara Talk Show Teratai Bunga Rawa Sejuta Pesona.Tanggal 7 September 2020. Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Khotimah, I. K., & Khairina, R. (2016). Microbiota in Mice Consuming Fermented Lotus Nymphaea pubescens) Seeds. Tropical Wetland Journal, 2(1), 22–28. https://doi.org/10.20527/twj.v2i1.21

Mubiyarto. 2003, Keswadayaan Masyarakat Desa Tertinggal, Aditya Media Yokyakarta.

Mukherjee, P. K., Mukherjee, D., & Maji, A. K. (2009). The sacred lotus ( Nelumbo nucifera ) – phytochemical and therapeutic profile. 407–422. https://doi.org/10.1211/jpp/61.04.0001

Muna, L. N. (2017). Teratai ( Nymphaea stellata Willd.) Sebagai Agen Antidiabetik. Inpharnmed, 1(1), 48–54.

Nisa, C., Langai, B. F., & Ismuhajaroh, B. N. (2016). Morfologi Tingkat Kemasakan Buah dan Biji Teratai ( Nymphaea pubescens Willd .) sebagai Bahan Pangan Fungsional Lahan Rawa. 2002, 1568–1573.

Winami Tri 1998, Memahami pemberdayaan Masyarakat Desa,Aditya Media Yokyakarta.

Yuspihana Fitrial, & Khairina, R. (2011). Teratai,Aspek Gizi, Potensi dan Pemanfaatanny

Downloads

Published

2024-08-28