PEMBERDAYAAN POTENSI MASYARAKAT DESA DALAM PENINGKATAN EKONOMI MELALUI OLAHAN DARI BIJI TERATAI DI DESA TERATAI, GORONTALO
DOI:
https://doi.org/10.32662/insancita.v6i2.3221Abstract
ABSTRAKPotensi sumber daya alam di Desa Teratai, memiliki satu ikon tanaman yang hidup di perairan rawah yaitu Teratai. Tanaman Biji Teratai sering dimanfaatkan oleh masyarakat desa untuk dikonsumsi layaknya makanan ringan (snack). Berdasarkan potensi sumber daya alam yang ada di Desa Teratai, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberdayakan tanaman biji teratai dengan cara mengelolah tanaman biji teratai menjadi produk makanan ringan yang lebih modern yaitu Biter Chocolate sebagai salah satu peningkatan keterampilan dan peningkatan ekonomi masyarakat desa di sekitar perairan rawah. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Teratai, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo. Sasaran utama Pemberdayaan ini adalah masyarakat desa dan pengusaha mitra. Salah satu upaya diversifikasi produk pengolahan Biter Chocolate yang berbahan dasar biji teratai maka dilakukan kegiatan pemberdayaan produk olahan biji teratai, kegiatan demonstrasi pengolahan dan pemberdayaan Biter Chocolate. Demonstrasi pembuatan Biter Chocolate diberikan dengan secara partisipasif kepada seluruh peserta kegiatan. Selama kegiatan Pemberdayaan kepada peserta diberikan penyuluhan tentang keunggulan dan manfaat dari biji teratai. Hasil dari kegiatan ini adalah munculnya produk makanan ringan (snack) Biter Chocolate yang berbahan biji teratai sebagai usaha peningkatan ekonomi baru berbasis biji teratai, proses pendampingan usaha ini di mulai produksi,pengemasan, dan pemasaran tetap dilakukan. Kata kunci: Pemberdayaan, Potensi, Peningkatan EkonomiReferences
Ahmad shukri Mohd-Nain dan Rosman Md Yusuf, 2003, Pemberdayaan Masyarakat Petani, PT Fokus Harapan Jakarta.
Effendy ,2003, Usaha Pengembangan produksi pangan, PT Sinar Mas Jakarta. Effendy ,2003, Usaha Pengembangan produksi pangan, PT Sinar Mas Jakarta.
Fitrial, Y., Astawan, M., Soekarto, S. S., Wiryawan, K. G., Wresdiyati, T., Khairina, R., Pengajar, S., Ilmu, D., Ipb, F., Anatomi, D., Ipb, F. K. H., & Mic, P. (2008). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Teratai (Nymphaea pubescens Willd ) Terhadap Bakteri patogen Penyebab Diare. Jurnal Teknologi Dan Industri Pangan, XIX(2), 158–164.
Gusti, R., & Rita, K. (2015). Productivity of Hairi Water lily (Nhymphaea pubescens Will.) Seeds in South Kalimantan’s Backswamps Based on Linear Model. Tropical Wetland Journal, 1(1), 1–8. https://doi.org/10.20527/twj.v1i1.10
Kartasasmita Ginanjar,1995, Pemberdayaan Masyarakat,Penerbit Alumni Bandung.
Khairina, Rita. (2020). Sejarah dan Pengolahan Teratai, Disampaikan pada Acara Talk Show Teratai Bunga Rawa Sejuta Pesona.Tanggal 7 September 2020. Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Selatan. Khotimah, I. K., & Khairina, R. (2016). Microbiota in Mice Consuming Fermented Lotus Nymphaea pubescens) Seeds. Tropical Wetland Journal, 2(1), 22–28. https://doi.org/10.20527/twj.v2i1.21
Mubiyarto. 2003, Keswadayaan Masyarakat Desa Tertinggal, Aditya Media Yokyakarta.
Mukherjee, P. K., Mukherjee, D., & Maji, A. K. (2009). The sacred lotus ( Nelumbo nucifera ) – phytochemical and therapeutic profile. 407–422. https://doi.org/10.1211/jpp/61.04.0001
Muna, L. N. (2017). Teratai ( Nymphaea stellata Willd.) Sebagai Agen Antidiabetik. Inpharnmed, 1(1), 48–54.
Nisa, C., Langai, B. F., & Ismuhajaroh, B. N. (2016). Morfologi Tingkat Kemasakan Buah dan Biji Teratai ( Nymphaea pubescens Willd .) sebagai Bahan Pangan Fungsional Lahan Rawa. 2002, 1568–1573.
Winami Tri 1998, Memahami pemberdayaan Masyarakat Desa,Aditya Media Yokyakarta.
Yuspihana Fitrial, & Khairina, R. (2011). Teratai,Aspek Gizi, Potensi dan Pemanfaatanny
Downloads
Published
Issue
Section
License
Authors who publish with Insan Cita – Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat agree to the following terms: Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in this journal. Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License


