PENDAMPINGAN PEMBUATAN BRIKET CANGKANG KEMIRI PADA MASYARAKAT DESA DULAMAYO SELATAN, KABUPATEN GORONTALO

Authors

  • Dian Puspaningrum Fakultas Kehutanan Universitas Gorontalo
  • Ernikawati Ernikawati Fakultas Kehutanan Universitas Gorontalo
  • Safran Tuloli Universitas Gorontalo
  • Sukria Moha Fakultas Kehutanan Universitas Gorontalo
  • Jumriani Mustapa Universitas Gorontalo

DOI:

https://doi.org/10.32662/insancita.v7i1.3978

Abstract

ABSTRAK
Masyarakat Desa Dukamayo Selatan mengusahakan lahan disekitar kawasan hutan dengan menanam jenis tanaman cengkeh (Syzygium aromaticum) dan kemiri (Aleurites moluccana) sebagai salah satu sumber pendapatan rumah tangga mereka dalam pemenuhan kebutuhan sehari-harinya. Kurangnya informasi dan pengetahuan tentnag pengolahan bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan menjadi salah satu kendala bagi masyarakat Dulamayo Selatan dalam pengelolaan dan pengolahan bagian tanaman selain buah tersebut. Hal ini pula yang menjadi dasar pertimbangan ide pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat Dulamayo Selatan dalam mengolah bagian tanaman yang diusahakan ini dilakukan, dengan harapan masyarakat memperoleh pengetahuan dan pengalaman langsung dalam pengolahan bagian tanaman yang diusahakannya. Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah metode observasi dan survey, koordinasi, implementasi, pendampingan dan monitoring serta evaluasi. Hasil kegiatan pendampingan menunjukkan bahwa masyarakat Desa Dulamayo Selatan memberikan respon positif terhadap kegiatan ini. Masyarakat terlibat secara langsung dalam setiap tahapan pendampingan pembuatan briket cangkang kemiri. Dengan kemasan yang ekonomis masyarakat lebih optimis dapat memproduksi briket cangkang kemiri dan memasarkannya secara berkelanjutan.

Kata kunci : briket; cangkang_kemiri; pendampingan; pelatihan.

ABSTRACT
The people of South Dukamayo Village cultivate the land around the forest area by planting clove (Syzygium aromaticum) and candlenut (Aleurites moluccana) as one of the sources of household income to fulfill their daily needs. The lack of information and knowledge about the processing of plant parts that can be utilized is one of the obstacles for the South Dulamayo community in managing and processing plant parts other than the fruit. This is also the basis for considering the idea of training and assistance to the South Dulamayo community in processing the cultivated plant parts, with the hope that the community will gain knowledge and direct experience in processing the plant parts they cultivate. The approach method used in this community service activity is the observation and survey method, coordination, implementation, assistance and monitoring and evaluation. The results of the mentoring activities showed that the South Dulamayo Village community gave a positive response to this activity. The community is directly involved in every stage of assistance in making candlenut shell briquettes. With economical packaging, the community is more optimistic that they can produce hazelnut shell briquettes and market them sustainably.

Keywords: briquettes; candlenut shells; mentoring; training.
?

References

Aditiawati, P. (2016). Pengembangan potensi lokal di Desa Panawangan sebagai model desa vokasi dalam pemberdayaan masyarakat dan peningkatan ketahanan pangan nasional. Jurnal Sosioteknologi.

Amran, U., & Astuti, R. (2020). Pemanfaatan limbah organik untuk peningkatan kualitas lingkungan dan ekonomi masyarakat desa. Jurnal Pengelolaan Lingkungan, 7(2), 113-125.

Adams, T., & Haskins, R. (2019). Sustainable biomass energy: The conversion of agricultural residues to charcoal and other biofuels. Cambridge University Press.

Budi, D. (2018). Pembuatan briket arang dari cangkang kemiri sebagai alternatif energi terbarukan. Jurnal Teknik Energi, 22(3), 45-56.

Endro Sugiartono, & Dhamayanthi, W. (2016). Model pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan Kabupaten Jember. Prosiding Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, 6-10.

Gunawan, A., & Nugroho, H. (2021). Potensi penggunaan briket arang cangkang kemiri untuk meningkatkan ekonomi desa. Prosiding Seminar Nasional Energi Terbarukan, 1(1), 78-85.

Hari Wijayanto, Suryono, A., & Domai, T. (2014). Perencanaan pemberdayaan masyarakat sekitar hutan melalui aneka usaha kehutanan (Studi di Dinas Kehutanan Kabupaten Malang). Jurnal Hutan Tropis, 16-23.

Irvan Khoeroni, Suwarto, & Ihsaniyati, H. (2020). Strategi pemberdayaan masyarakat desa sekitar hutan di Kabupaten Boyolali. Prosiding Seminar Nasional Polbangtan Yogyakarta Magelang, ISBN: 978-623-95866-0-3, 69-79.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). (2019). Buku panduan pengelolaan limbah organik menjadi energi terbarukan. Jakarta: KLHK.

Lestari, S., & Setiawati, L. (2017). Briket arang dari cangkang kemiri: Solusi alternatif energi yang ramah lingkungan. Jurnal Teknologi dan Inovasi, 4(1), 91-98.

Mulyana, A., & Fajar, R. (2020). Strategi pemasaran briket arang di desa: Pendekatan berkelanjutan untuk pengembangan ekonomi lokal. Jurnal Pemasaran Desa, 15(2), 112-120.

Pratiwi, D., & Hidayati, N. (2019). Inovasi produk briket arang cangkang kemiri untuk pasar industri dan rumah tangga. Jurnal Energi Terbarukan dan Lingkungan, 12(2), 200-210.

Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomassa. (2018). Pemanfaatan limbah pertanian dan perkebunan untuk energi terbarukan. Jakarta: Puslitbang Biomassa.

Soeprapto, B. (2021). Pengelolaan limbah cangkang kemiri dan potensinya sebagai energi terbarukan di Indonesia. Jurnal Teknik Energi, 25(4), 45-52.

Downloads

Published

2025-02-26